Kepemilikan Hak Atas Tubuh Perempuan Dan Tradisi Ngemblok Dalam Sistem Perkawinan Pada Masyarakat Muslim Di Kabupaten Rembang Jawa Tengah

Sofiani, Trianah (2019) Kepemilikan Hak Atas Tubuh Perempuan Dan Tradisi Ngemblok Dalam Sistem Perkawinan Pada Masyarakat Muslim Di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. [Research]

[img] Text
4 2019 Laporan Penelitian_trianah Sofiani.pdf

Download (802kB)

Abstract

Penelitian ini, bertujuan untuk memahami dan menganalisis pengalaman perempuan dalam praktik tradisi ngemblok dalam sistem perkawinan, representasi ketidakadilan gender terhadap perempuan dalam praktik tradisi ngemblok dan hak kepemilikan atas tubuh perempuan dikonstruksi oleh tradisi ngemblok dalam system perkawinan di Kabupaten Rembang. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori seksualitas, fenomenologi dari Schutz dan teori verstehen dari Weber, yang dikolaborasi dengan konsep gender, ketidakadilan gender dan konsep tradisi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan informan kunci adalah pelaku ngemblok. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis menggunakan interaktif model dan pengecekan validitas informasi dan data, menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Pengalaman perempuan dalam tradisi ngemblok merupakan hasil dari tindakan dikonstruksi oleh tradisi turun temurun dari generasi ke generasi. Manisfestasi ketidakadilan gender dalam tradisi ngemblok, antara lain terwujud dalam bentuk subordinasi, stereotype dan kekerasan terhadap perempuan. Konstruksi hak kepemilikan atas tubuh perempuan dalam tradisi ngemblok, dipengaruhi oleh kultur patriarkhi, sehingga membentuk pandangan, pemahaman serta kepercayaan masyarakat tentang tubuh dan seksualitas perempuan. Kodrat perempuan terkait dengan haid, hamil dan melahirkan, menimbulkan pemaknaan yang khas tentang tubuh dan seksualitas perempuan, sehingga permasalahan tubuh dan seksualitas perempuan dianggap sebagai urusan atau tanggung jawab perempuan. Oleh karena itu, tubuh menjadikan perempuan sebagai sosok Liyan, yang dipertahankan terus menerus melalui konstruksi budaya yang mereproduksi tabu, mitos dan stereotype, yang mendorong terjadinya kekerasan dalam tardisi perkawinan.

Item Type: Research
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Sofiani Triana
Date Deposited: 20 Aug 2026 03:00
Last Modified: 20 Aug 2026 03:39
URI: https://repository.uingusdur.ac.id/id/eprint/1106

Actions (login required)

View Item View Item